RM Losari: Cita Rasa Makassar

1 Comment

image

Berkunjung ke Makassar tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khasnya. Beberapa yang terkenal adalah olahan daging, pisang, dan tentunya ikan. Di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, ikan tidak perlu diragukan lagi kesegarannya. Maklum, Makassar memiliki pelabuhan ikan yang dekat letaknya.
image

Rumah makan yang akan saya ulas kali ini adalah RM Losari yang terletak di Kec. Marisso. Rumah makan ini adalah cabang dari RM Losari yang letaknya tidak jauh dari rumah Jusuf Kalla di dekat kawasan Losari. Sehingga tidak salah jika namanya adalah RM Losari.
image

Kali ini saya mencicipi ikan ceppa bakar parappe dan ikan sunu goreng fillet lengkap dengan cah kangkung dan otak-otak sebagai makanan pembuka. Bagi yang belum tahu, parappe merupakan saus manis asam segar khas Makasaar berwarna coklat pekat diatasnya saat dihidangkan. Biasanya memiliki aroma bawang yang cukup tajam. Ikan Ceppa (kueh) ataupun ikan Kaneke sangat cocok untuk di masak bakar parappe. Jika ingin digoreng bisa menggunakan ikan sunu atau kakap yang punya tekstur daging yang lebih lembut.
image

Perlu anda ketahui, mencicipi kuliner ikan di Makassar bisa dibilang memuaskan lidah dan perut. Karena anda akan disuguhkan berbagai macam sambal. Paling tidak anda akan diberikan sedikitnya 3 macam sambal. Tetapi di rumah makan ini anda akan diberikan 5 macam sambal. Cobalah untuk mencampurnya dan temukan sensasi rasanya.
image

Kualitas ikannya tidak perlu diragukan. Ikan di rumah makan ini cukup segar. Karena beberapa kali saya datang, rasa manis ikan masih terasa saat menyantapnya.
image

Keunggulan dari rumah makan ini adalah memiliki banyak pilihan menu seperti udang, cumi, kepiting, dan berbagai macam ikan. Tidak ketinggalan sayuran dan menu ayam bagi mereka yang tidak suka dengan ikan. Pelayanannya pun cukup cepat. Tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menghidangkan menu yang telah kita pesan.
image

Harga tidak perlu diragukan lagi. Tidak terlalu mahal. Jika ingin mencicipi seporsi udang goreng mayonais, siapkan saja uang 35ribu. Ikan sunu besar goreng fillet hanya 60 ribu. Tidak begitu mahal bukan?

Tahu Pojok Magelang: ‘Hauce’ Dari Tahun 1942

Leave a comment

image

Jika sedang berkendara dari Semarang ke Jogjakarta atau sebaliknya, pasti kita akan melintasi kota Magelang. Kota ini terkenal dengan wisata Kyai Langgeng dan juga Candi Borobudur.
Kalau ingin mencicipi kuliner Magelang, tidak ada salahnya anda mencoba penganan yang satu ini, Tahu Pojok. Letaknya tidak susah untuk dijangkau. Berada di Jalan Tentara Pelajar yang memang jalur utama untuk melintas.

image

Tahu pojok merupakan tahu kupat. Satu porsi tahu pojok ini berisi ketupat, tauge, kubis, tahu sutra goreng, dan bakwan. Rasa khasnya terletak di olahan bumbu kacang dan cuka manisnya yang membuat satu porsi tidak cukup untuk yang doyan makan. Yang membuatnya enak dimakan adalah hangatnya tahu yang baru digoreng saat ada pembeli. Satu porsi tahu pojok cukup murah Rp 7.000,-.

image

Selain tahu pojok, anda bisa menggunakan emping, peyek kacang, ataupun aneka gorengan untuk menemani tahu pojok anda. Disini juga ada es teller ataupun es buah sebagai makanan penutupnya. Boleh dibilang Tahu Pojok ini sebagai one stop service traditional cullinary.

Kete Kesu: Wajah Toraja Pertama Kali

Leave a comment

image

Tentunya anda semua sudah tidak asing dengan Tana Toraja. Tempat wisata yang eksotis karena budayanya yang unik. Tapi pernahkah anda berkunjung ke Tana Toraja?
Bagi anda yang gemar travelling dan ada di sekitar Sulawesi Selatan, tidak ada salahnya jika anda menginjakkan kaki di Tana Toraja. Kabupaten ini terletak di Sulawesi Selatan bagian tengah. Jika menempuh perjalanan dari Kota Makassar ± akan anda tempuh kira-kira 8 jam perjalanan. Bagi anda yang tidak membawa kendaraan sendiri, bisa menggunakan jasa transportasi darat bus AKDP Bintang Prima atau Litha.

image

Tidak perlu guide jika anda berkunjung ke Tana Toraja karena ada petunjuk yang cukup jelas. Bahkan jika anda memiliki buku Lonely Planet saja itu sudah cukup.

image

Tempat pertama yang saya sarankan adalah Kete Kesu yang merupakan tempat wisata dengan rumah adat Tongkonan-nya seperti yang sering kita lihat di kartu pos. Ada berbagai macam rumah Tongkonan. Orang yang memiliki tanduk kerbau paling banyak itulah yang paling dihormati. Tidak begitu banyak rumah Tongkonan disini karena memang di Tana Toraja, rata-rata bentuk rumahnya adalah rumah Tongkonan.

image

Di Kete Kesu anda juga dapat melihat kuburan gantung (hanging craft). Tana Toraja sendiri memang terkenal dengan kuburan batu untuk orang yang sudah meninggal. Ada yang menggantungnya di batu, melubangi batu, ataupun ditaruh didalam gua. Namun sayangnya di Kete Kesu ini kuburan tersebut tidak dirawat dengan baik. Sehingga banyak kuburan yang rusak dan hancur.

Phuket: Cita Rasa ‘Gajah’ Thailand di Tengah Budaya Jawa

Leave a comment

Phuket merupakan salah satu propinsi di Thailand yang terkenal dengan keindahan laut yang tiada tandingannya. Namun di ‘Phuket’ yang satu ini anda hanya akan merasakan keindahan rasa khas Thailand yang siap menggoyang lidah anda.

Phuket sudah berdiri dari tahun 2008. Mengambil tempat di sekitaran kota Yogyakarta, Phuket menawarkan banyak sekali jenis masakan Thailand. Tidak heran orang yang pertama kali datang berkunjung ke tempat ini, termasuk saya, bingung membolak-balikkan daftar menu yang disertai gambar-gambarnya yang menarik. Dan tentu saja yang dilakukan oleh kebanyakan orang, termasuk saya lagi, langsung bertanya kepada pelayan “Masakan apa yang khas dari resto ini?”. Akhirnya saya mendapati Thai Tea,Roti Naan dan Tom Yam-nya yang katanya menu andalan di resto ini. Tidak perlu menunggu lama, 10 menit kemudian Roti Naan sudah dihidangkan di meja saya. Roti ini hampir sama dengan rOti maryam atau yang lebih dikenal dengan roti canae. Namun roti Naan ini lebih asin daripada roti pada umumnya. Roti Naan ini juga dilengkapi dengan saus manis yang ditaburi wijen. Sehingga anda akan mendapatkan sensasi rasa asin dipadu manis di lidah anda.

Belum habis mencicipi Roti Naan, Thai Tea saya sudah datang. Thai Tea ini mungkin lebih banyak yang mengenalnya dengan nama Teh Tarik. Di kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapore, Malaysia, dan tentunya Indonesia tidak asing dengan jenis teh yang satu ini. Di Phuket, anda akan mendapati teh tarik dalam versi yang lainnya. Jika di tempat lain teh tarik adalah campuran teh dan susu, di Phuket anda akan mendapati campuran teh dan susu ditambah aroma kayu manis.

Tak berapa lama kemudian, Tom Yam pesanan saya pun datang. Aroma rempah-rempah nan segar tercium seketika tatkala saya membuka penutup panci ukuran sedang tersebut. Benar-benar menggugah selera. Mangkuk-mangkuk kecil disediakan untuk menyantap tom yam yang masih panas tersebut. Kuahnya cukup kental dan berwarna jingga. Dan benar saja seperti dugaan saya terdapat rasa asam yang cukup kuat dan sedikit pedas dari kuah tersebut. Saya menduga rasa asam tersebut berasal dari tomat. Namun anda akan mendapati sensasi rasa yang lain. Kuah kental asam tersebut dipadukan dengan wangi rempah-rempah seperti jahe dan kunyit. Sehingga cukup membuat tenggorokan anda merasa hangat.

Isi Tom Yam ini juga tak kalah kaya-nya dengan rasa kuahnya. Mulai dari cumi, udang, jamur, hingga sayur-sayurnya dapat anda temui. Satu porsi Tom Yam Phuket ini terbilang tidak pelit. Bisa anda nikmati bersama 3 orang teman anda. Harganya pun cukup masuk akal di kantong mahasiswa. Cukup Rp 22.500,- sudah bisa menikmati Tom Yam bersama ketiga teman anda.

Selain Roti Naan, Teh Tarik, dan Tom Yam, masih ada menu lainnya yang cukup menarik seperti Sapi Masak Pedas, Cumi 3 Rasa, Ayam Bakar Phuket, dan Cap Cay Bangkok. Rasa masakan di Phuket ini hampir mendekati rasa asli Thailand, yakni asam, pedas, dan rempah-rempah. Bagi anda yang tidak suka pedas, jangan khawatir untuk mencoba datang ke Phuket. Menu-menu yang ditawarkan sudah cukup bersahabat dengan lidah orang Jawa yang lebih cenderung menyukai rasa manis. Harga yang ditawarkan pun berkisar 6 ribu hingga 27 ribu rupiah saja. Cukup bersahabat dengan kantong anda bukan?

Es Lilin Njonja Besar: Rasa Jaman Dulu, Kemasan Masa Kini

Leave a comment

Siapa yang tidak kenal Es Lilin? Es krim asli Indonesia ini berasal dari daerah Jawa Barat. Sayangnya pamor Es Lilin kini sudah sedikit tergeser oleh es krim modern yang saat ini beredar. Hanya sedikit yang masih bertahan.

Salah satunya yang masih bertahan adalah Es Lilin Njonja Besar. Es Lilin dengan merk bergambar ibu-ibu ini mampu mengikuti perkembangan jaman dimana kapital memainkan peran penting. Es Lilin ini adalah buatan rumahan (home industry). Uniknya, anda tidak dapat menemuinya di supermarket ataupun toserba lainnya yang ada saat ini. Es Lilin ini hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Kebanyakan tempat yang menyediakan Es Lilin Njonja Besar adalah di rumah-rumah makan sederhana tetapi ramai pengunjung.

Es Lilin Njonja Besar tersedia dalam berbagai macam rasa, seperti Strawberry, Coklat, Durian, Alpukat, Melon, Kacang Hijau, Sirsat, Nangka, dan yang paling saya gemari adalah Kacang Merah. Harganya pun sangat murah. Hanya dengan 3 ribu-5 ribu rupiah anda sudah dapat menikmati es lilin cita rasa jaman dahulu, namun dalam kemasan yang lebih baru.

Wisata Bahari Lamongan: Lebih Dari 40 Wahana Untuk Tua Muda

7 Comments

Pernahkah anda berkunjung ke Lamongan? Sebuah kota dekat Surabaya yang terkenal dengan soto-nya. Namun ada apakah di Lamongan? Jangan terkaget-kaget kalau disini terdapat semacam ‘dufan-nya Lamongan’. Bedanya, anda akan bermain bermacam-macam wahana sambil ditemani pemandangan laut yang indah. Ya, Wisata Bahari Lamongan (WBL) memang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sehingga anda akan merasakan sensasi dalam bermain wahana permainan.

Sepertinya pemerintah setempat perlu diberi apresiasi yang tinggi. Bagaimana tidak, tempat seluas 11 hektare ini, dahulunya hanya berupa kawasan wisata Pantai Tanjung Kodok. Pengunjung yang datang boleh dibilang hanya ramai pada saat liburan sekolah dan akhir pekan. Namun sekarang, hampir setiap hari ramai pengunjung, terutama libur akhir pekan. More

Tahu Gimbal Pak Edy: Pokoknya Semarang Banget

2 Comments

Beberapa dari anda pasti mengetahui “Apa makanan khas Semarang?”. Sudah pasti banyak yang menjawab Wingko Babat, Lunpia, atau Bandeng Presto. Namun sebagian besar orang membeli makanan khas Semarang tersebut untuk dijadikan buah tangan. Lalu, adakah makanan khas Semarang yang cocok untuk dine in (makan ditempat)? Jawabannya adalah Tahu Gimbal. More

Older Entries

%d bloggers like this: