Siapa yang tidak mengenal kota Yogyakarta. Kota yang sarat akan nilai budaya Jawa dan tak jarang orang dari luar kota Yogyakarta datang berkunjung untuk menghabiskan akhir pekannya. Jika berkunjung ke kota ini anda harus mencicipi beberapa wisata budaya dan kulinernya. Tentu saja itu sebagai syarat bahwa anda pernah berkunjung ke kota pelajar ini.

Salah satunya yang perlu anda cicipi adalah bakmi jawa. Di Yogyakarta sendiri banyak sekali dapat kita jumpai penjual bakmi Jawa. Kali ini saya akan me-review warung bakmi jawa yang terkenal dan dapat dipastikan ramai pembeli setiap harinya, yakni Warung Bakmi Pak Pele. Dari beberapa sumber, Bakmi Pak Pele ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Pemiliknya bernama Bpk. Suhardiman. Sekilas tidak ada hubungannya antara nama Suhardiman dengan Pele. Tetapi nama Bakmi Pele tersebut didapat lantaran wajah Pak Suhardiman mirip dengan pemain sepak bola Pele.

Warung Bakmi Pak Pele menyediakan berbagai menu masakan Jawa seperti bakmi goreng, bakmi ‘godog’ (rebus), nasi goreng, dan magelangan (bakmi dicampur nasi goreng). Alat masak di warung tenda ini masih mempertahankan cara tradisional, yakni menggunakan arang dan anglo (tungku). Cara memasaknya pun juga masih cara tradisional. Satu wajan hanya untuk satu porsi masakan. Jadi jika rombongan anda memesan 5 porsi bakmi goreng, haraplah bersabar karena mereka memasaknya satu-satu (walaupun dalam jenis masakan yang sama). Walaupun begitu, memasak menggunakan anglo sepertinya cukup memberikan kesan tersendiri. Pasalnya, panasnya masakan tetap awet hingga santapan terakhir.

Untuk datang ke Warung Bakmi Pak Pele tidaklah sulit. Jika sedang berada di kawasan Malioboro, anda tinggal menyusuri jalan satu arah Malioboro hingga perempatan Kantor Pos. Lalu menyeberangi jalan menuju Kraton Kasultanan. Warung Bakmi Pele ini berada di sebelah timur Kraton Kasultanan.

Mencicipi Bakmi Pak Pele tidaklah harus merogoh kocek dalam-dalam. Cukup 15ribu rupiah, anda sudah bisa menikmati hangatnya Bakmi Pak Pele ditambah teh manis hangat. Apalagi ditambah pengamen-pengamen atraktif yang menyanyikan lagunya sampai habis pada setiap pelanggan. Dan jangan kaget kalau suara mereka bisa diadu dengan peserta ajang pencari bakat. Bahkan anda bisa ‘rikues’ lagu kesayangan anda.