Beberapa dari anda pasti mengetahui “Apa makanan khas Semarang?”. Sudah pasti banyak yang menjawab Wingko Babat, Lunpia, atau Bandeng Presto. Namun sebagian besar orang membeli makanan khas Semarang tersebut untuk dijadikan buah tangan. Lalu, adakah makanan khas Semarang yang cocok untuk dine in (makan ditempat)? Jawabannya adalah Tahu Gimbal.

Tahu Gimbal memang makanan khas Semarang. Anda dapat menjumpainya di Jalan Pahlawan dekat kawasan Simpang Lima. Disana anda akan menemui deretan para penjual Tahu Gimbal dengan beragam jenis nama lapaknya.

Salah satu yang terkenal dan yang paling ramai adalah Tahu Gimbal Pak Edy. Yang membuat unik dari warung tenda ini adalah hampir semua porsi yang anda pesan adalah dalam porsi jumbo. Tidak hanya tahu gimbalnya, krupuk ataupun cemilan lain yang dihidangkan di meja juga dalam porsi yang besar. Satu plasti krupuk saja mungkin dapat anda nikmati bersama dua orang teman. Ada baiknya tidak mengisi perut anda terlebih dahulu saat berencana datang ke tempat ini.

Tahu gimbal Pak Edy ini terdiri dari beberapa macam komposisi, yakni: ketupat, tahu goreng yang garing, bakwan udang, dan rajangan kubis. Semua bahan makanan tersebut kemudian diguyur oleh saus kacang yang gurih manis dan diberi telur goreng diatasnya.

Rupa dari tahu gimbal sendiri sebenarnya tidak meyakinkan. Jika anda yang baru pertama kali datang
ke tempat ini bisa dipastikan akan sedikit jijik dengan bentuknya. Maklum saja, tekstur saus kacang yang dipakai hampir mirip dengan (maaf) lumpur. Namun ketika anda menyantapnya, jangan salahkan saya jika anda akan tergoda untuk mencoba suapan-suapan berikutnya hingga habis.

Tahu Gimbal Pak Edy ini buka dari pukul 6 sore dan tutup hingga dagangannya habis. Harga yang harus anda bayar sepertinya tidak sebanding dengan rasa tahu gimbal yang sangat enak. Bayangkan saja, tahu gimbal satu porsi yang mengenyangkan yang juga memiliki cita rasa yang hanya ada di Semarang ini harus anda bayar hanya dengan 12ribu rupiah. Murah sekali bukan? Sehingga tak salah lagi jika Tahu Gimbal Pak Edy ini memang ‘Semarang banget‘.